Usaha Pecah Batu (Stone Crusher) di Desa.Ngepeh Loceret Nganjuk di Keluhkan Warga, Hingga Jadi Bahan Omongan Miring
Nganjuk, sadhapnews.com – Keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pemecah batu (Stone Crusher) berada di wilayah Desa Ngepeh Kec.Loceret Kabupaten,Nganjuk Provinsi, Jawa Timur akhir akhir ini jadi perbincangan santer dan dikeluhkan beberapa pihak yang dinilai telah merugikan. pasalnya kinerja tersebut diduga tak sehat dalam menjalankan mitra kerja.
Informasi yang masuk di redaksi sadhapnews.com, keluhan tersebut diceritakan oleh salah satu orang yang sangat dipercaya di wilayah desa ngepeh loceret, menurut crita sumber dipercaya kepada sadhapnews.com bahwa keberadaan usaha tersebut dinilai tak sehat, yaitu menyoal tentang adanya warga kami kami yang bekerja di pecah batu hingga saat ini belum terima gaji, selain itu dalam menjalankan usaha tidak ada klebet atau orang yang di tempatkan untuk mengatur dan mengawasi aktivitas keluar masuk truk dari usaha pecah batu tersebut," ungkapnya kepada sadhapnews.com
"Lebih mencengangkan lagi, keluhan juga dirasakan oleh warga nganjuk, menurut beliau juga merasa dirugikan oleh pihak yang diduga ber kecimpung di usaha pecah batu tersebut. mempercayakan diri dengan cara ikut serta tanam modal dengan dalih mitra kerja dengan mengeluarkan anggaran pribadi hingga mencapai puluhan juta rupiah. namun kurang lebih hampir berjalan 4 bulan ini, anggaran yang diduga sudah masuk hingga sampai saat ini tidak ada kejelasan.ya tentunya saya merasa dirugikan,"ujarnya.
"Dengan informasi yang masuk, media ini berusaha melakukan investigasi dilapangan selasa 30/05/2023, benar adanya bahwa di wilayah desa.ngepeh loceret ada salah satu usaha kegiatan pecah batu ( Stone Crusher ) saat kuli tinta berbincang bincang dengan karyawan pecah batu, namun karyawan tersebut hanya menjawab, biar lebih jelas langsung saja nanti di konfirmasi ke bosnya ya mas, namun hari ini bosnya gak ada lagi ada acara rapat," cetusnya kepada media ini,
hingga sampai saat ini 1 juni 2023 kuli tinta ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada pihak yang di maksut hingga berita ini di naikkan, namun mendia ini akan tetap berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan," (m.nyot)
