Majafest, Festival Sambel Wader Jadi Magnet Bagi Wisatawan Berkunjung Kemojokerto
Mojokerto, Sadhapnews.com – Festival Sambel Wader yang Ada diKabupaten Mojokerto menjadi salah satu kegiatan rutin di acara Majafest. Festival sambel wader diharapkan bisa menjadi magnet bagi wisatawan yany berkunjung ke Kabupaten Mojokerto.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra), Ketua PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanna, Sekda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handito, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto Eddy Taufiq dan Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi.
Dalam sambutanya, Bupati Mojokerto, dr. Hj. Ikfina Fahmawati, M.Si. mengatakan, di tahun 2022 kita memecahkan Rekor Muri ngulek sambel wader bersama-sama dan dicatat dalam Museum Rekor MURI Dunia.
“Kemudian kemarin Jumat, ada 509 penari bedoyo mojosakti juga berhasil memecah rekor muri,” ungkap Bupati Ikfina, Sabtu (5 - 8 - 2023) di Lapangan Kaweryan Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Menurut Ikfina, kalau datang ke Kabupaten Mojokerto rasanya tidak lengkap kalau belum mencicipi sambel wader. Total ada 180 peserta dan 721 sambel wader yang akan dinilai hari ini.
“Tugas kita semuanya adalah bagaimana setiap tahunnya kita harus mengupayakan bagaimana kita punya event khusus. Untuk event festival sambel wader di Majafest 2023 kali ini, kita melibatkan partisipasi dari semuanya warga masyarakat Mojokerto,” jelas Bupati Ikfina.
Masih kata Ikfina, terima kasih untuk seluruh jajaran perangkat daerah Kabupaten Mojokerto yang luar biasa. Semuanya tidak ada yang absen untuk mengirimkan peserta festival sambel wader dengan menggunakan baju yang unik dan juga tampil dalam lomba yel-yel.
“Bukan hanya dari teman-teman perangkat daerah yang kita libatkan. Seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto juga kita libatkan sehingga ada pihak dari organisasi yang juga terlibat pada kegiatan ini. Seperti HIMPAUDI, IDI, IBI dan PGRI. Bahkan Rumah Makan Dewi Sri, Hotel Grand Whizh dan yang lain juga ikut berpartisipasi dalam festival sambel wader ini,” terang Bupati Ikfina.
Lebih jauh dikatakannya, bukan hanya cabe dan wader yang harus kita berdayakan, namun layah juga harus terus kita berdayakan.
“Kami terus mendorong pengrajin layah untuk bisa memproduksi layah dengan lebih kreatif dan lebih cepat dengan teknik-teknik tertentu,” harap Bupati Ikfina.(Adv/Trs)
