Modus Jual Beli Arisan, Pasutri Muda Tipu Puluhan Emak-Emak


Mojokerto, Sadhapnews.com - Di beberapa media sosial, dua Minggu terakhir ini viral akibat ulah Puput dan Avin pasangan suami (Pasutri) muda warga desa Plemahan kecamatan Sumobito kabupaten Jombang Jawa Timur yang memperdayai puluhan emak-emak muda. Tertipu puluhan juta rupiah dengan modus arisan yang dijual oleh anggota arisannya. Pelaku mengaku sebagai owner arisan yang amanah beberapa tahun lalu.  Modusnya seperti mereka melakukan chatting dengan para korban dengan alasan agar para korban membeli arisan anggotanya yang membutuhkan uang mendesak, anak anggota arisannya sedang operasi dalam rumah, kehamilan yang bermasalah dan membutuhkan biaya sekolah. "Siapa yang tidak iba kalau ada orang yang minta tolong dengan cara seperti itu, apa lagi ada jaminan uang kembali dalam waktu dekat," kata Ny. Mumun salah satu korban.

Berdasarkan keterangan Ny.Mumun,  setelah ia transfer uang puluhan juta pada pelaku, beberapa hari kemudian melalui chatting whatsapp (WA) untuk menagih janji pelaku tidak mendapat respon sama sekali. Sehingga pihaknya menelusuri melalui ke beberapa relasi  untuk mencari informasi atas kejadian yang ia alami. Ternyata sama modusnya menjualkan arisan anggotanya dengan beberapa alasan seperti diatas. Sehingga beberapa korban melacak keberadaan rumah pelaku. Yang lebih mencengangkan lagi tidak ditemukan pelakunya dan semua nomer kontaknya mati semua. "Makanya saya bersama para korban bikin sayembara untuk mencari Puput dan suaminya. Yang saat ini Puput dalam keadaan hamil 8 bulan. Mohon bantuan kepada masyarakat Jawa Timur dan kepolisian untuk menangkapnya," harapnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan Ny. Luluk warga Kemlagi Kab. Mojokerto, dirinya mengalami kerugian seratus juta lebih atas kejadian ini, betul-betul manis janjinya untuk mendapatkan transferan dari pelaku. Namun, saat ditagih janjinya dijawab untuk menunggu  sebentar. "Siapa yang gak ingin bantu, katanya anggota arisannya kena musibah sehingga butuh uang, maka arisanya di jual, nagih beberapa hari setelahnya, tidak ketemu yang bersangkutan. Ini uang pinjaman," kata Luluk.

Sebagaimana kesepakatan, ibu-ibu korban penipuan Puput kurang lebih 50 orang akan melakukan gerakan "Nagih Bareng" di kedua lokasi desa Plemahan Sumobito dan desa Karobelah kecamatan Mojoagung kabupaten Jombang tempat tinggal mereka. "Kita buru ke mana mereka sembunyi. Ini mereka masih ada sekitar Jawa Timur, " katanya.

Berdasarkan penelusan awak media, bahwa Pasutri muda yang jadi buron korban akrobat dugaan penipuan sudah dua Pekan tidak kelihatan batang hidungnya . Hal itu ungkap perangkat desa Plemahan. "Dua orang ini bikin susah tetangga kanan-kiri, karena tiap hari ada yang cari mereka. Tujuanya tagih utang, ketipu," kata perangkat desa yang namanya tidak berkenan di mediakan.

Phipit yang mengaku adik kandung Avin suami Puput,  merasa risih dan terusik kenyamanan keluarga akibat setiap hari silih berganti mencari iparnya yang bernama Puput, ia telepon Avin tidak pernah di respon  "Memang sudah dua pekan ini tidak tahu keberadaan Avin dan Puput, entah kemana," kata Phipit di kediaman orangnya di dusun Babut Desa Plemahan. Sabtu, ( 05-08/2023 ).

Penelusuran berlanjut di desa Karobeloh kecamatan Mojoagung tempat tinggal orang tua Puput. Saat bertemu Khoirul alias Saipin, saat di konfirmasi keberadaan anak dan menantunya hanya jawaban sudah dua Pekan ini tidak tahu keberadaannya dan ia juga mengakui barang orang datang ke rumah cari Puput. " Saya ini jadi sedih ingat Puput, apa lagi dalam kondisi hamil tua. Muga-muga cepat pulang," kata Khoirul dengan nada melas.  (Trs)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url