Polres Jepara Ajak Insan Pers Sarapan Pagi Peringati Hari Pers Nasional 2026
Jepara Sadhap News.com — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Polres Jepara menggelar sarapan pagi bersama insan pers pada Minggu, 9 Februari 2026, bertempat di Kopinan 24, Jalan Hos Cokroaminoto, Demaan, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Kabag OP Kompol Suroyoto dan jajaran Polres Jepara serta berbagai organisasi pers di Jepara, antara lain PWO, ALMIJ, IWOI, GWI, PWRI, dan SWI. Suasana berlangsung hangat dan khidmat sebagai wujud kedekatan dan sinergi antara aparat kepolisian dan pekerja media.
Kapolres Jepara yang diwakili Kabag OP Polres Jepara, Kompol Suroyoto menyampaikan apresiasi atas peran pers dalam menjaga kualitas ruang informasi publik, menjaga kode etik jurnalistik.
“Insan pers adalah mitra strategis Polres Jepara. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi menghadirkan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan insan pers Jepara Ketua Aliansi Lintas Media Indonesia Jepara (ALMIJ) Edi Perasadja menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan komunikasi yang dibangun Polres Jepara.
“Komunikasi yang baik antara media dan kepolisian sangat penting untuk menghasilkan pemberitaan yang akurat dan mendorong transparansi,” ungkap salah satu perwakilan organisasi pers Edi Perasadja.
Peringatan HPN 2026 yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menjadi momentum reflektif bagi insan pers Jepara dalam menghadapi tantangan arus informasi digital yang begitu cepat.
Pers di tingkat lokal menjadi pilar penting dalam:
menyuarakan aspirasi warga, mengawasi jalannya pemerintahan, menjembatani kebijakan dan realitas lapangan, menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, media profesional dituntut untuk cepat, akurat, dan tetap berimbang.
Pernyataan yang di sampaikan Ketua Aliansi Lintas Media Indonesia Jepara, Edi Perasadja, menegaskan bahwa HPN harus menjadi ajang introspeksi bagi pers lokal.
“Pers yang sehat bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga tanggung jawab moral. Media lokal seperti sejumlah awak media yang hadir pagi ini berkomitmen untuk tetap kritis namun beretika, berani namun berimbang, serta konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat Jepara tanpa intervensi,” ujarnya.
Ia menyebut media lokal memiliki keunggulan karena dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga harus menjadi garda terdepan dalam mengangkat persoalan publik, UMKM, hingga pengawasan kebijakan daerah.
Wartawan Media Java Indo sekaligus Ketua Aliansi Lintas Media Jepara Indonesia, Edi Prasadja atau Edi Jhon, menilai pers memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan arah opini publik.
“Pers adalah penentu arah opini publik. Jika persnya sehat, masyarakat akan tercerahkan. Tapi jika pers terseret kepentingan sempit, yang lahir adalah kebingungan dan konflik. Di Jepara, pers harus menjadi peneduh, bukan penyulut,” tegasnya.
Menurutnya, pers yang kuat dan berintegritas akan mendorong transparansi kebijakan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan ikut membangun ekonomi yang berdaulat.
Pemerintah Kabupaten Jepara Dorong Sinergi dengan Pers
Polres Jepara, , juga menyampaikan harapannya agar momentum HPN menjadi pengikat sinergi antara pemerintah daerah dan media.
“Kami berharap pers di Jepara menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan menyejukkan. Kritik konstruktif sangat kami butuhkan untuk evaluasi agar pelayanan publik semakin baik,” ujarnya.(Nar)
