Sikapi Kasus HIV Anak dan Remaja di Sidoarjo, DPRD Dorong Dinkes Gencarkan Skrining Jemput Bola di Sekolah


SIDOARJO, SadhapNews.com – Maraknya temuan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada kelompok usia anak hingga remaja (0–24 tahun) di Kabupaten Sidoarjo memicu perhatian serius dari kalangan legislatif. Guna menekan angka penyebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) didorong untuk melakukan langkah pencegahan yang lebih agresif melalui sistem jangkauan langsung (jemput bola).

​Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kasipah, menegaskan bahwa penanganan persoalan kesehatan ini tidak sebatas melihat besarnya angka, melainkan wajib dibarengi aksi nyata di lapangan dan pemahaman data yang akurat.

​Langkah ini diambil setelah Komisi D menggelar rapat kerja bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas P3AKB, hingga Satpol PP.

​"Kami mendorong adanya skrining yang lebih masif melalui pendekatan jemput bola, termasuk di lingkungan pendidikan sesuai prosedur yang berlaku. Pencegahan sejak dini sangat krusial karena HIV dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak yang tertular dari orang tua mereka," ungkap legislator PDI Perjuangan tersebut.

​Selain deteksi dini, Kasipah menekankan pentingnya penguatan edukasi ke masyarakat luas mengenai faktor risiko penularan. Penertiban terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi memicu perilaku berisiko tinggi juga terus dilakukan secara lintas sektor guna memutus rantai penularan di Sidoarjo.

​Yayasan DCC Tekankan Klarifikasi Data dan Penghapusan Stigma

​Di sisi lain, maraknya informasi seputar angka kasus HIV sempat memicu kesalahpahaman publik terkait perbedaan data. Direktur Program Yayasan Delta Crisis Centre (DCC), Ferry Efendi, mengklarifikasi bahwa tidak ada perbedaan substansial antara data milik Lembaganya dengan milik Dinkes Sidoarjo.

​Ferry merinci bahwa angka 522 ODHIV (Orang dengan HIV) yang dirilis DCC merupakan data kumulatif rentang 2008 hingga April 2026 untuk usia anak hingga mahasiswa.

​Sementara itu, data kumulatif milik Dinkes Sidoarjo sejak tahun 2001 hingga 2026 mencatat total 1.183 kasus pada kelompok usia muda, dengan rincian:

​Usia 0–10 tahun: 117 kasus

​Usia 11–17 tahun: 60 kasus

​Usia 18–24 tahun: 1.006 kasus

​"Sebenarnya tidak ada benturan data, hanya perbedaan sudut pandang dan periode penarikan data saja. Data kumulatif Dinkes justru mencakup cakupan yang lebih luas," terang Ferry.

​Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan apalagi memberikan stigma negatif terhadap ODHIV. Menurutnya, pemetaan data ini seharusnya dijadikan pijakan bersama untuk memperkuat langkah deteksi dini, pengobatan teratur, serta edukasi berkelanjutan. (S) 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url