Bangunan Pasar Kertosono,Ibarat Destinasi Wisata Hutan Baru di Kota Kertosono
NGANJUK, sadhapnews.com || Karena kurang adanya perhatian dalam hal perawatan dan pemeliharaan, kini pelataran bangunan Pasar Kertosono Kabupaten nganjuk Ibarat Destinasi Wisata Hutan baru di tengah kota kertosono.
"Pasalnya dari pantauan awak media sadhapnews.com di lokasi , minggu 28/03/2021 telah terlihat jelas bahwa halaman atau pelataran bangunan pasar kertosono telah dipenuhi dengan rumput liar dan rumput pun sudah tumbuh lebat, Bila hal ini dibiarkan maka rumput - rumput tersebut akan merusak pandangan keindahan kota kertosono dan bahkan juga bisa merusak bangunan Pasar tersebut. pembangunan Pasar Kertosono hingga samapai saat ini dalam kelanjutan pembangunan telah sempat terhenti. Entah sampai kapan bangunan pasar Kertosono itu akan di mulai lagi.
Keberadaan Bangunan Pasar kertosono pun terletak pada posisi sangat strategis yaitu ; berada di tengah-tengah jantung kota Kecamatan kertosono tepatnya di jalan Gatot Subroto. tak tanggung tanggung pada tahun 2019 yang lalu proyek pembangunan pasar kertosono tersebut telah menyedot anggaran dari APBD nganjuk dengan menelan Biaya Hingga Rp.23.000.000.000 ( Dua Puluh Tiga Milyar ) akan tetapi hingga saat ini tahun 2021 dalam kelanjutan pembangunannya belum ada kejelasan yang pasti ( mangkrak ) Entah sampai kapan bangunan pasar Kertosono tersebut akan di mulai kembali,
Parman ( 47 ) tukang becak yang sehari harinya mangkal di sekitaran bangunan kertosono juga menyayangkan dengan adanya hal kotor dan kumuh tersebut, menurut parman.( seharusnya walaupun belum bisa untuk melanjutkan dalam hal pembangunan pasar Kertosono, setidaknya pihak dinas terkait bisa mengerahkan pekerja untuk membersihkan rumput-rumput yang sudah tumbuh lebat itu, biar nampak bersih dan rapi, selain itu juga bisa mengurangi terjadinya sarang nyamuk di tempat bangunan yang kotor itu, apa lagi ini musim penghujan, ibaratnya kasian lah bagi warga yang bermukim di seputaean bangunan pasar tersebut ) Harapan saya, semoga pihak Pemkab Nganjuk atau dinas terkait, untuk bisa menganggarkan anggaran untuk pembersihan rumput-rumput tersebut" tandasnya.
Dikutip dari media onlain (KM) menurut penjelasan dari Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk ( Gunawan Widagdo ) menjelaskan ; pembanguna pasar Kertosono dalam kelanjutannya menjadi atensi dari dari Kemenko Marves untuk di biayai dari dana ( PEN ) sesuai dari hasil Tim dari Kemenko yang telah surve lokasi beberapa waktu yang lalu.
"Jadi kita tunggu proses dari Kemenko Marves dalam infonya: diambilkan dari dana APBN-P yang besarannya menunggu proses APBN-P. untuk biaya yang di anggarkan pun juga belum dapat dipastikan, dalam perkiraan hanya Rp.23 Milyar untuk melanjutkan pembangunan pasar Kertosono tersebut,' Tandasnya ( m.to )
