Gempar" Warga Desa pace kulon dan desa joho protes terkait dampak debu dari PT bleduk wilis
Nganjuk, sadhapnews - semenjak adanya PT bleduk wilis yang ada di jalan raya nganjuk-kediri, tepatnya di desa Pacekulon sangat meresahkan warga yang terdampak, berawal dari dampak kesepakatan konvensasi yang di berikan oleh PT bleduk wilis yang tidak seimbang dengan dampak yang di Terima warga menjadikan warga geram dan tidak simpatik lagi dengan adanya perusahaan penggilingan/pemecah batu yang ada di desa Pacekulon, kecamatan pace, nganjuk, Jawa Timur, 26/8/2022.malam.
Masih menurut keterangan warga yang terdampak, seringkali terjadi konvensasi yang terlambat di berikan untuk warga yang terdampak, bahkan bilamana di tanyakan oleh warga yang terdampak terkait keterlambatan konvensasi jawabnya ( ora oleh duwit) /gk dapat uang itu. tuturnya,
Selama ini konvensasi yang di berikan PT bleduk wilis sangat minim sekali dan tidak sesuai dengan imbas/resiko dampak debu dari peruhaan PT bleduk wilis, di tuturkan oleh beberapa warga yang mempunyai lahan pertanian yang ada di dekat tempat produksi pemecah batu yang ada di desa Pacekulon, kecamatan pace, kabupaten nganjuk Jawa Timur sangat merugikan warga terdampak dan gagal panen,
Menurut keterangan dan informasi yang di dapat awak media sadhapnews dari beberapa warga diduga PT bleduk wilis belum berijin, sekitar hampir 40 warga yang terdampak hanya kurang dari 20 warga saja yang terealisasi untuk konvensasinya dan itupun tidak maksimal / jauh dari kerugian akibat dampak debu yang di sebabkan dari peruhaan penggilingan / pemecah batu yang ada di desa Pacekulon, pace, nganjuk Jawa Timur.
Beberapa hari ini warga yang terdampak berkumpul dan berunding untuk mencari kesepakatan bersama menginginkan PT bleduk wilis untuk tutup dan tidak beroperasi lagi, karena dampak dari PT bleduk wilis sudah sangat merugikan warga dan sudah tidak kondusip lagi, bahkan konvensasi selama tiga bulan mulai dari bulan Juni, Juli, Agustus tidak ada kejelasan terkait konvensasi yang di janjikan
Keterangan dan informasi yang di dengar awak media sadhap news di lapangan, dari pihak PT bleduk wilis melakukan negosiasi secara personal dengan tokoh tokoh masyarakat yang tujuanya untuk membantu negosiasi dengan warga lain yang terdampak, akan tetapi belum ada titik temu, dan warga yang terdampak akan mengadakan pertemuan kembali untuk mencari kesepakatan bersama terkait dampak debu yang sangat merugikan petani kususnya atau warga terdampak yang lainnya dan rencana akan di hadiri oleh PLT kades,babinsa dan babinkamtibmas bersama tokoh masyarakat yang rencananya mau di adakan kembali forum setelah minggu ini ( NUR)

