Terendus Kabar, Salah Satu Desa di Prambon Diduga Dilaporkan Ke Kejaksaan Negeri Nganjuk.
Nganjuk, SadhapNews.com – Kabar mengenai adanya Laporan Pengaduan (Lapdu) dari warga terhadap Pemerintahan Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, yang disampaikan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk kini mulai terdengar diperbincangkan. Laporan ini diajukan oleh perwakilan warga yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Peduli Desa Sonoageng (MPDS).
Berdasarkan penelusuran SadhapNews.com, salah satu warga Desa Sonoageng yang berhasil dikonfirmasi pada Sabtu (18/07/2026) membenarkan bahwa laporan tersebut telah disampaikan sekitar dua bulan lalu, yakni sekira pada bulan Mei 2026. Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, pihak pelapor menyampaikan dugaan penyalahgunaan anggaran desa serta tindakan yang tidak amanah, bahkan diduga kuat mengarah pada tindak pidana korupsi.
Saat ditemui, warga tersebut menguraikan sejumlah poin yang disorot dalam laporan:
1. Pada periode pertama jabatan (2013–2019), pemasangan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dalam bentuk spanduk/banner hanya dilakukan sekitar 2–3 kali. Selebihnya tidak pernah dipublikasikan secara terbuka, sehingga masyarakat tidak mengetahui rincian penggunaan anggaran desa.
2. Pada periode kedua jabatan (2019–2027), pemasangan LPJ baru dilakukan pada tahun 2025 saja. Hal ini dinilai melanggar aturan dan diduga kuat adanya indikasi penyalahgunaan Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD).
3. Pihak pelapor juga mempertanyakan penggunaan Pendapatan Asli Desa (PAD). Menurut mereka, perkembangan keuangan desa cenderung tidak bertambah signifikan meskipun pembangunan terus berjalan. Selain itu, anggaran yang diserahkan dari DPRD Nganjuk diketahui cukup besar, yaitu sekitar Rp3,1 miliar selama masa jabatan Kepala Desa tersebut.
4. Disoroti pula perubahan gaya hidup dan harta kekayaan Kepala Desa yang dinilai tidak sebanding dengan penghasilannya sebagai pejabat desa.
5. Terdapat dugaan pemaksaan iuran kepada warga, seperti iuran RT per tahun yang tidak jelas penggunaannya. Selain itu, pembangunan di Dusun Wungu yang telah dianggarkan dinilai pelaksanaannya tidak sesuai harapan dan tidak mendapat persetujuan resmi.
6. Terakhir, pelapor menilai pembangunan di Desa Sonoageng tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan meskipun anggaran desa terus mengalir setiap tahunnya.
"Kami menduga ke mana saja perginya Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta Pendapatan Asli Desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama dan kemajuan desa," bunyi salah satu poin dalam laporan tersebut.
Warga juga menambahkan bahwa pihak pelapor atau saksi sudah dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk pada hari Minggu lalu. Pihaknya menegaskan penyampaian laporan ini bertujuan agar Kejari Nganjuk dapat menelusuri, memeriksa, dan mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan wewenang yang terjadi di Pemerintahan Desa Sonoageng.
[ Tanggapan Kepala Desa ]
Terpisah, saat dikonfirmasi secara tatap muka di kantor desa pada Selasa (21/07/2026), Kepala Desa Sonoageng, Suharto, mengaku mengetahui adanya laporan tersebut."Kami sudah mengetahui bahwa ada warga kami yang melaporkan Pemerintahan Desa di Kejaksaan. Selain itu, Desa Sonoageng itu juga sudah sering dilaporkan," ujar Suharto.
Saat disinggung mengenai adanya kegiatan swadaya masyarakat yang diakuisisi atau diklaim sebagai milik pemerintah desa,
Suharto membantah tegas. "Tidak ada hal seperti itu. Bantuan pusat, provinsi, maupun daerah diakui sepenuhnya oleh pemerintahan desa, itu jelas tidak mungkin. Kegiatan swadaya masyarakat yang diakui pemerintah pasti memiliki bukti administrasi lengkap sesuai SPJ dan spanduknya, tidak ada hal akuisisi seperti itu, itu jelas tidak mungkin," tegasnya.
Masih kata Suharto,"Jangankan mengakui hal yang bukan haknya, jika membangun menggunakan Dana Desa kurang satu meter saja kami suruh perbaiki lagi. Kami siap menerima semua laporan tersebut, saya tidak keberatan, itu memang hak warga," jelas Suharto di hadapan tim SadhapNews.
🖊️ Laporan Jurnalis: Gatot EB/Tim
📨 Kontributor: Pemdes Sonoageng Prambon
✍️ Redaksi SadhapNews.com – Kabar Berimbang, Tajam dan Terpercaya.
