Retaknya Kaki Jembatan Hingga Amblesnya Plengsengan, Mendapat Tanggapan Serius dari Wakil Ketua Komite SMPN 2 Nganjuk
Djaenuri S,pd Selaku Komite juga Mantap Pendidik di SMPN 2 Nganjuk disaat Menelunjuk Ambrolnya Hingga Keretakan Jembatan.NGANJUK, (sadhapnews.com) - Kerusakan plengsengan hingga retaknya kaki jembatan milik pemerintah daerah kabupaten nganjuk , tepatnya berada di depan sekolah menengah pertama negari 2 nganjuk, mendapat tanggapan serius dari wakil ketua komite SMPN 2 Nganjuk. Keberadaan jembatan yang dinilai sudah menghuwatirkan tersebut dalam peruntukkan sebagai aktivitas mobilitas penyebrangan sehari- hari sebagai sarana dan prasarana yang telah tersedia dilingkungan SMPN 2. tak di pungngkiri bahwa peristiwa kerusakan akibat bangunan lama tentunya akan menjadikan rasa was - was dan kekuwatiran di tubuh para pendidik dan siswa - siswi penimba ilmu di lingkungan SMPN 2 Nganjuk sebagai aktivitas penyebrangan.
Seperti halnya yang terlihat jelas adanya keretakan yang menganga di kaki jembatan sisi utara. hingga tampak keberadaan batu pondasi penahan sayap jembatan sudah ada yang ambrol. selain jembatan satu satunya sebagai aktivitas mobilitas sarana dan prasarana di SMPN 2 Nganjuk, juga tampak ter lihat terkikisnya plengsengan tepat di depan sekolah. Kerusakan plengsengan pun terlihat cukup memprihatinkan. dalam kerusakan tampak terlihat membentang sepanjang 50 meter membujur arah timur dan barat. Bila kerusakan tersebut tidak segera mendapat perhatian dalam pembangunan, tentunya juga akan mengimbas menjadikan penurunan kualitas pendidikan. Kerusakan jembatan hingga rusaknya plengsengan mendapat tanggapan dan sorotan serius oleh salah satu wakil ketua komite yang ada di SMPN 2 Nganjuk.
Djaenuri S,Pd selaku wakil ketua komite sekaligus mantan pendidik di SMPN 2 Nganjuk. Mengutarakan kepada awak media sadhapnews.com. menurut Djaenuri pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dan Pengairan untuk tahun 2023 ini, harus bisa mengupayakan dalam hal pembangunan dengan cara cepat dan tanggap. Hal ini demi kepentingan bersama guna keamanan dan kenyamanan pengguna jembatan sebagai aktifitas mobilitas sarana dan prasarana di lingkungan SMPN 2 Nganjuk. Selain itu saya berpesan agar supaya Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRD ) Kabupaten Nganjuk khususnya komisi IV yang membidangi pendidikan harus berupaya menekan kepada Pemerintah Daerah dalam upaya pembangunan.
Lanjut djaenuri, karena kerusakan jembatan hingga plengsengan tersebut termasuk pembangunan skala besar dan bahkan dalam membangun tentunya juga memakan anggaran besar, maka kalau mungkin pembangunan itu di limpahkan ke komite, tentunya terlalu berat, selain itu takutnya menyalahi aturan,. karena jembatan hingga plengsengan tersebut jelas jelas kewenangan pemerintah daerah," cetusnya.
Terpisah, Restiyan Effendi, S, ST selaku Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk saat di konfirmasi media sadhapnews jumat 30 desember 2022 menjelaskan. terkait retaknya jembatan hingga longsornya plengsengan di SMPN 2 Nganjuk yang kami ketahui hingga sampai saat ini belum ada pengaduan ke pihak Dinas Pendidikan. dan apabila ada pelaporan seperti ini, tentunya kita akan berusaha untuk mencarikan solusi. Setahu saya untuk pelaporan dari SMPN 2 yang kami terima rentang rusaknya AULA, dan untuk AULA di tahun 2023 kami sudah bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Kalau masalah jembatan bila sudah ada aduan dari pihak SMPN 2 Nganjuk insya allah kami akan berusaha ssbagai jembatan untuk mencarikan solusi semaksimal mungkin."Ungkapnya (m.to).
