Seorang Pencuri Burung Cucak Ijo di Mojokerto Terekam CCTV
Mojokerto, sadhapnews com – Seorang pria terekam CCTV saat tengah mencuri burung kicau populer, yaitu burung Cucak hijau milik Kepala Desa Terusan Kecamatan Gedeg Mojokerto, Eko Edi.
Pencuri yang terlihat mengenakan peci ustad tersebut menggondol burung kicau populer tersebut beserta kandangnya. Akibatnya korban mengalami kerugian jutaan rupian.
Pencurian itu terjadi di Dusun Bagusan Desa Terusan pada Jumat (29/122023) pukul 02.40 WIB. Aksi pelaku itu terekam kamera CCTV. Dari video yang diterima sadhapnews com seorang pria pencuri burung nampak mengenakan jaket warna hijau, bercelana panjang, dan memakai peci. Wajah pelaku nampak jelas.
Pelaku terlihat santai ketika membuka pintu gerbang. Kemudian ia masuk sembari menempelkan ponsel di telinga layaknya sedang menelpon. Tak lama setelah masuk, ia keluar sambil berlari membawa kabur sangkar berisi burung cucak hujau korban.
Ketika keluar gerbang, ada seseorang yang diduga temannya muncul dari samping rumah korban dengan menggunakan sepeda motor matik warna merah. Mereka berdua kabur.
Eko Adi, membenarkan kejadian pencurian itu berlangsung pada Jumat dini hari. Ia mengalami kerugian senilai Rp 4 juta akibat kejadian tersebut.
“Burung cucak hijau dan kurungan (sangkar). Burung harganya Rp 1,5 juta dan kurungannya Tp 2,5 juta,” katanya.
Eko melentakkan burungnya di teras rumah. Ia baru mengetahui burungnya hilang ketika anaknya hendak memberi makan sekitar pukul 06.30 WIB. Begitu tahu, ia langsung mengecek rekaman CCTV.
Meski wajah pelaku nampak jelas dari rekaman CCTV, Eko mengaku tak mengenalinya. Hanya saja, ia menduga jika pelaku telah menggambar situasi lokasi sebelum beraksi.
“Pintu di slot saja (tidak digembok). Melihat langsung gerak-geriknya sih mestinya menggambar dulu. Dia tahu tempat buka pager, langsung ambil posisinya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia belum membuat laporan resmi ke kepolisian atas kejadian tersebut. Namun, ia mengaku telah memberitahu Bhabinkamtibmas setempat.
“Rekaman CCTV sudah saya kirim. Belum ke kantormya karena ada acara di Balai Desa, mungkin nanti saya laporkan untuk lebih-lebih berhati-hati lagi,” jelas Eko.(Trs)
