Gudang Keluarkan Bau Busuk Resahkan Warga Modongan Sooko, Pemilik Diduga Anggota TNI dan Belum Berizin
MOJOKERTO, SadhapNews.com – Keberadaan gudang diketahui penjemuran limbah darah hewan di area tengah persawahan yang baru dibangun di Dusun Genukwatu, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, telah meresahkan warga sekitar. Pasalnya, usaha tersebut mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.
Gudang yang berada di area sawah produktif tersebut diduga belum memiliki izin resmi alias bodong. Dalam laporan resmi warga diketahui pemilik gudang atau usaha tersebut merupakan anggota TNI aktif yang berdinas di Korem Mojokerto.
Informasi yang dihimpun SadhapNews.com, Kasiadi, seorang petani desa sekitar mengungkapkan bahwa bau busuk sangat menyengat berasal dari gudang penumbun limbah. Petani tersebut juga menegaskan limbah diangkut menggunakan mobil box bertuliskan KOSTRAD. Warga sekitar yang menanam padi banyak mengalami muntah-muntah akibat muncul bau yang kurang sedap.
"Biasanya pagi kalau datang menggunakan mobil box, orang menanam padi disini muntah-muntah semuanya, limbah dede dicampur apa tidak tahu," ungkapnya saat ditemui awak media di sela-sela merawat tanaman di dekat area penjemuran limbah, pada Selasa (30/6/2026) siang.
Pada hari yang sama, awak media SadhapNews.com dengan media lain mendatangi lokasi gudang yang diduga dikeluhkan warga itu, namun sang bos sedang tidak ada di tempat. Melalui panggilan telepon, pemilik usaha, Suhartoyo, yang merupakan anggota TNI aktif Intel Korem 082 CPYJ Mojokerto, menyatakan bahwa sudah ada kesepakatan antara dirinya dengan warga dan sudah tidak ada lagi aktivitas penjemuran limbah.
"Ya tidak ada aktivitas penjemuran, pengaduan dari masyarakat mana, kamu lihat bangunnya ada aktivitas apa, itu buat bikin rumah dan usaha lele," ujar sang bos lewat panggilan telepon kepada SadhapNews.com ke ponsel milik anak buahnya yang mengerjakan pagar tembok bangunan usahanya.
Ia mengakui, bahwa memang ada aktivitas penjemuran dan sempat dikomplain oleh warga sekitar, tetapi sudah ada kesepakatan dan sudah selesai minggu lalu.
Masih dikatakan, bahwa kemarin sudah ada koordinatornya. Karena itu, beritanya tidak ada karena sudah dikonfirmasi. Mana mungkin ada berita, kan sudah selesai.
"Mana ada beritanya, kan karena sudah selesai mas. Suratnya tidak mau nerima saya, itu buat rumah saya pribadi itu jangan diganggu buat ternak lele karena saya usaha itu," tutupnya.
Sementara itu, Oktavia Indrianti, Kepala Desa (Kades) Modongan, enggan menjelaskan secara detail persoalan tersebut. Ia menunjuk Kaur Keuangan Desa, Faisal, untuk menjawab surat konfirmasi SadhapNews.com. Faisal mengatakan bahwa hari ini tidak ada aktivitas penjemuran limbah di sana, karena kemarin sudah disidak oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Kemarin waktu disidak DLH yang bersangkutan sudah menyatakan kalau tidak melakukan hal seperti itu, karena sudah di sidak oleh DLH kemarin," katanya saat ditemui diruang kerja Kepala Desa Modongan Rabu (1/7/2026).
Lebih lanjut, berawal laporan warga, bau menyengat ini awalnya berasal dari Desa Klinterejo. Kalau warga Dusun Genukwatu sampai perumahan tidak ada yang protes.
"Nah kalau ini adanya di tetangga desa sebelah, kalau disini ya tidak ada laporan dari warga kita terkait itu," tuturnya.
Terkait adanya dugaan keterlibatan perangkat desa, M. Sholeh, Kaur Pembangunan, yang diketahui merupakan suami dari Kades Modongan, dalam usaha tersebut, Faisal meluruskan informasi itu. Ia menjelaskan bahwa kebetulan yang menerima laporan adalah Pak Sholeh.
"Termasuk saya juga, termasuk Kepala Dusun kemarin yang mendampingi DLH, bukan yang pengngelola usaha," jelasnya.
Faisal menambahkan, bahwa lahan yang didirikan bangunan tersebut adalah lahan produktif yang sebelumnya ditanami padi dan jagung.
Perlu diketahui, usaha tersebut berada dalam pantauan Pemerintah Daerah (Pemdakab) Mojokerto. dan sudah pernah disidak oleh instansi terkait, yaitu DLH Kabupaten Mojokerto, Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Sooko, dan Kepala Desa Klinterejo, tertulis pada Rabu, 24 Juni 2026. Ikuti berita lanjutan dan menarik lainnya hanya di SadhapNews.com. (trs/tim).

