Reses II 2026: DPRD Kota Mojokero Soroti Isu Sampah dan Capaian UHC 100%


MOJOKERTO, SadhapNews.com – Para anggota DPRD Kota Mojokerto kembali turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing dalam agenda Reses II Tahun 2026 yang berlangsung pada 23–25 Agustus 2026. Momentum ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para wakil rakyat untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyampaikan berbagai capaian pembangunan daerah.

Salah satu agenda reses digelar oleh anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi PDI Perjuangan, Silvia Elya Rosa, yang menemui warga di Lingkungan Sidomulyo, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon.pada 25/82/2926.

Dalam pertemuan tersebut, Silvia menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang dimulai dari level rumah tangga demi mengurangi beban penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

" Pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah merupakan langkah sederhana namun berdampak besar. Jika tidak dikelola sejak awal, sampah di TPA akan terus menggunung. Sampah organik juga bisa dimanfaatkan untuk biopori, sementara yang anorganik bernilai ekonomi jika dipilah dengan baik," ujar Silvia.

Ia mengungkapkan, produksi sampah di Kota Mojokerto berhasil ditekan dari yang sebelumnya mencapai sekitar 90 ton per hari pada tahun 2024, kini berkurang menjadi kisaran 70 ton per hari berkat partisipasi aktif masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi dan Layanan UHC 100%

Di lokasi berbeda, anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi Gerindra, Sugiyanto, menggelar reses di Jalan Kawi, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Ia memaparkan sejumlah indikator positif pembangunan daerah, termasuk laju pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto pada triwulan I tahun 2026 menembus angka 6,05%. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61%.

"Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,05% ini membuktikan tren pembangunan kota berjalan sangat baik karena mampu berada di atas target nasional," terang Sugiyanto.

Selain sektor ekonomi, Sugiyanto juga menggarisbawahi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta pemenuhan jaminan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah mencapai 100%.

Ia menegaskan, keberhasilan berbagai program pembangunan daerah ini tak lepas dari dukungan dan kerja sama seluruh elemen warga Kota Mojokerto. (Trs/Adv) 

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url