Kondisi Air Wastafel di Trotoar Jln.A Yani Mampet, Sabun Cuci Tangan Banyak Yang Kosong.
NGANJUK, sadhapnews.com - Tempat sarana cuci tangan atau Wastafel Portabel yang berada di trotoar pendestrian jalan A.Yani kota nganjuk, telah terpantau ada beberapa jumplah Wastafel kondisinya boleh di katakan sangat memprihatinkan, hal ini diduga terkesan adanya hal pembiaran dalam perawatan maupun tanpa adanya perhatian khusus dari pihak Dinas Permukiman Rakyat Kawasan Perumahan dan Pertanahan ( DPRKPP ) kabupaten nganjuk maupun dari pihak pengelola proyek tersebut.
"Pantauan sadhapnews.com dilokasi Jumat, 26/03/2021 hal ini seperti terjadi di depan Apotik ( Putra Panggung ) Wastafel Portabel tersebut sama sekali tak meneteskan air ( kosong ) serta dari beberapa jumplah Wastafel juga tak ada persediaan sabun untuk cuci tangan, hanya tampak tempat sabun saja yang ikut menghiasi Wastafel Portabel tersebut. disepanjang jalur bangunan pendestrian trotoar jalan A.Yani dari ujung utara hingga selatan. pemasangan wastafel telah terpasang dengan jumlah 19 titik. dalam setiap titiknya Wastafel Portabel tersebut berjarak kurang lebih 10 meter. selain kekosongan air wastafel " adapun beberapa wastafel yang kondisinya sudah tampak rusak (penyok),"
Menurut keterangan dari salah satu Warga masyarakat setempat yang namanya enggan di sebutkan" saat menjelaskan kepada awak media ini. Ia pun menuturkan ; kekosongan air Wastafel di pendestrian jalan A.Yani tersebut karena kurangnya hal Pengontrolan dari pihak pengelola maupun dinas terkait. Ia juga mengaku heran, padahal pembangunan trotoar jalan A.Yani tersebut baru saja dalam tahab penyelesaian pembangunan, dalam pembangunan trotoar pendestrian jalan A.Yani tersebut jelas untuk mempercantik keindahan tata kelola kota nganjuk. dan Wastafel pun di peruntukkan sebagai pola hidup bersih, apa lagi ini kan masih masa pandemi covid-19 sehingga masyarakat bisa dengan mudah untuk memanfaatkan wastafel tersebut. namun bila air tidak mengalir dan sabun pun tidak ada, ya....!!! terkesan percuma saja dan mubadzir saja untuk pemasangan Wastafel tersebut," selain permasalahan wastafel dan sabun cuci tangan yang kosong , batu batanya semua juga udah tampak pudar serta di tumbuhi lumut, setidaknya pihak pengelola harus cepat dan tanggap dengan kekurangan adanya hal tersebut, apa lagi penempatannya di jantung kota nganjuk lhoo," ujarnya
Mengetahui banyaknya hal seperti air wastafel mampet, sabun cuci tangan kosong serta batu bata nampak kusam, awak media sadhap ews berusaha melakukan tindakan konfirmasi kepada dprkpp kabupaten nganjuk ,namun pihak dinas terkait belum bisa ditemui dan dikonfirmasi, sehingga berita ini di turunkan," ( m.to )
