Hearing Komisi A DPRD Jombang Bahas Percepatan Pembangunan KDMP


Jombang, SadhapNews.com - Komisi A DPRD Kabupaten Jombang kembali menggelar rapat dengar pendapat (hearing), Rabu (18/2). Agenda kali ini memfokuskan pembahasan pada percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Hearing menghadirkan sejumlah pihak terkait. Di antaranya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Koperasi, Bagian Hukum Pemkab Jombang, hingga perwakilan Kodim 0814 Jombang.

Ketua Komisi A DPRD Jombang Totok Hadi Riswanto menegaskan, forum tersebut digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi konkret. “Agenda kali ini terkait koordinasi proses percepatan pembangunan KDMP,” ujarnya.

Berdasarkan paparan Kodim 0814 Jombang, hingga saat ini jumlah desa yang telah berproses membangun KDMP mencapai 170 titik. Namun, masih terdapat kekurangan 136 titik yang belum bisa direalisasikan.

“Total sampai hari ini jumlah KDMP di Kabupaten Jombang mencapai 170 desa. Sisanya masih ada kekurangan 136 titik,” jelas Totok.

Menurut dia, hambatan utama yang dihadapi desa didominasi dua persoalan krusial. Yakni ketiadaan lahan untuk pembangunan serta keterbatasan biaya pengurugan lahan. “Kendala pertama tidak adanya lahan. Kedua, desa terbentur biaya urug lahan,” terangnya.

Padahal, lanjut Totok, percepatan tetap harus didorong. Sebab dari 170 desa yang telah berproses, baru 15 desa yang pembangunan KDMP-nya rampung 100 persen.

“Kita jangan terlena karena masuk 10 besar. Faktanya, baru 15 desa yang rampung 100 persen dari total 170 titik,” tegasnya.

Totok mencontohkan, persoalan lahan juga dialami Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto. Desa tersebut telah mengajukan permohonan penggunaan aset daerah, namun hingga kini belum terealisasi.

“Mekanismenya setelah pengajuan harus ada pengantar dari kecamatan, lalu ke DPMD, baru ditindaklanjuti BKAD. Ini yang perlu dipercepat,” tuturnya.

Sementara itu, Kasdim 0814 Jombang Mayor Ckm/Cke Nurhadi membenarkan data tersebut. Ia menyebut, 170 titik KDMP telah aktif berproses, tetapi masih banyak desa yang terhambat persoalan lahan.

“Dari 170 titik pembangunan tadi, baru 15 yang sudah rampung 100 persen,” ungkapnya.

Menurut Nurhadi, solusi konkret perlu segera dirumuskan melalui koordinasi lintas sektor. Tujuannya agar seluruh desa di Kabupaten Jombang dapat memiliki gerai KDMP.

“Untuk mewujudkan semua desa memiliki gerai KDMP, tentu dibutuhkan solusi konkret dari semua pihak,” katanya. (Ho) 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url