BBWS Brantas Buka Suara Soal Karangan Bunga Misterius dan Dugaan Permainan Lelang Proyek Irigasi Jember
SURABAYA, SadhapNews.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Surabaya, akhirnya buka suara menanggapi terkait kiriman karangan bunga yang dikirim ke Kantor BBWS, dan dugaan permainan dalam proses lelang Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pondok Waluh, Kabupaten Jember, yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
Amim, petugas keamanan kantor BBWS Brantas, mengaku kepada SadhapNews.com bahwa karangan bunga yang dikirim ke kantor tempat ia berkerja yang ada di Jalan Wiyung, Surabaya, terpaksa diamankan oleh teman-teman karena identitas pengirimnya tidak jelas.
"Endak dibuang, temen-temen yang menyimpannya," ungkap petugas keamanan itu saat ditemui di ruang pelayanan kantor BBWS Selasa (18/8/2026) Siang.
Coba pengirimnya itu ditulis, masih dikatakan Imam, ya disini juga gak ngerti pak, soalnya tidak ada nama pengirimnya tiba-tiba ditaruh disana paginya ditemu sama teman-teman.
"Kecuali memang pengirimnya jelas. Ya kan, pengirimnya dari PT ini yang ngirim ini kan jelas, ini ada ini cuma kayak gini, bisa aja kan orang cuma asal ngirim," ujarnya.
Adanya hal itu, di ruang terpisah, Debby FM, yang mengaku sebagai tim humas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya, dengan didampingi rekannya, menerangkan bahwa terkait kiriman bunga tersebut, dirinya tidak mengetahui dari siapa, tujuan apa, dan seperti apa.
"Mungkin nanti lebih lanjutnya kita konservasi ke PPK terkait tentang korupsi jadi seperti itu mas," terang Debby wanita berhijab.
Lebih lanjut, Saat ditanya awak media tentang persoalan teknis lelang megaproyek rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pondok Waluh, Kabupaten Jember, yang diduga bermasalah, Debby sebagai humas BBWS hanya mampu menjawab.
"jadi karena di sini kami hanya tim humas. Jadi kita hanya menampung pertanyaan atau permintaan data apapun, nanti kita akan sampaikan ke unit terkait. Jadi untuk teknisnya seperti apa, kemudian jangka waktu dan sebagainya seperti apa itu dia lebih berhak menjawab dari PPKnya masing-masing," jelasnya.
Masih dikatakan, Jadi nanti mas di sini sudah mengisi form kami, nanti kita konfirmasi ke beliau, kira-kira beliau kapan bisa ditemui atau untuk konfirmasi hari ini.
Ketika disinggung mengenai adanya perusahaan yang diduga akan dimenangkan pada paket lelang tertentu akibat adanya intervensi dari para oknum tertentu, ia kembali menjawab dengan jawaban berbelit-berlit.
"Saya ulangi kembali, disini kita hanya menampung dari Njenengan tujuannya apa, keluhnya apa. Sudah mengisi form kami. Nah, untuk menjawab teknik yang seperti apa, nanti bisa bersurat ke kami. Nanti dilampirkan pertanyaannya apa, yang menjawab dari unit yang bersangkutan," sambungnya.
Ia menambahkan, Kami di sini hanya sebagai jembatan saja. Karena kami memiliki SOP, setiap tamu yang datang ke BBWS Brantas harus melalui pintu mas.
"Jadi dari kami yang akan menyampaikan ke unit yang bersangkutan, seperti itu,"
Dipertanyakan kembali, berapa paket pekerjaan yang lelang di BBWS pada tahun anggaran 2026. Dua orang perwakilan dari kantor BBWS Surabaya itu kompak menjawab. Kita Kurang paham soal itu, dan pernyataan dilanjutkan oleh, Debby.
"Karena memang tiap unit itu kan milik mereka masing-masing ya mas, berbeda. Jadi mungkin nanti yang tau yang seperti apa soal teknisnya memang dari PPK tersebut," ulas humas tersebut kembali berkali-kali memberikan jawaban berputar-putar.
Sementara itu, rekan disampingnya Debby, menolak wawancara sambil mengaktifkan kamera video.
"Dokumentasi aja mungkin enggak apa-apa," pungkas wanita berkacamata tersebut. Ikuti berita lanjutan dan menarik lainnya hanya di SadhapNews.com, (Trs/tim).

